Showing posts with label film. Show all posts
Showing posts with label film. Show all posts
Monday, April 14, 2014
Resensi Film Negeri 5 Menara
Cerita Film Negeri 5 Menara ini bermula dari seseorang bernama Alif. Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia selalu bermimpi, bahwa dirinya bisa menguasai bahasa Arab dan Inggris, kemudian dia ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.
Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Di hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.
Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan teman sekamarnya, Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Kebiasaan berkumpul di bawah menara masjid, mereka berenam pun menamakan diri ‘Sahibul Menara’, alias Pemilik menara. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.
Keenam sahabat ini memiliki impian masing-masing dan bertekad meraihnya. Seperti Alif bertekad dapat mengunjungi Amerika, Baso yang bertekad menghafal 30 Juz Al Quran sebelum lulus.
Selain mengangkat pesan moral dalam film ini, sutradara Affandi A Rachman juga menampilkan keindahan panorama di kota Bukit Tinggi dan danau Maninjau, Sumatera Barat. Film yang sarat dengan inspirasi tentang tekad, kerja keras, dan persaudaraan ini didukung bintang-bintang muda berbakat seperti Billy Sandy, Ernest Samudra, Rizki Ramdani, Jiofani Lubis, Aris Putra, Eriska Rein.
Sayang, keenam bintang muda itu tampak kurang mendapat chemistry yang kuat. Beruntung, itu tertutupi dengan akting ciamik dari aktor dan artis senior yang tidak asing di industri hiburan. Seperti Andhika Pratama, Ikang Fawzi, David Chalik dan Mario Irwinsyah.
Semoga bermanfaat ^^
referensi:
-dari beberapa sumber
-okezone.com
Tuesday, October 29, 2013
10 Tokoh Termiskin Dalam Film Hollywood
Meski fiktif, kekayaan para tokoh dalam film Hollywood selalu menarik perhatian penonton dan juga pemerhati perfilman. Salah satu majalah ternama dunia, Forbes bahkan selalu mendata para tokoh fiktif dalam film terkaya setiap tahunnya. Dengan adanya daftar-daftar tersebut, penonton pun dibuat penasaran dengan daftar kebalikannya, yakni tokoh-tokoh yang miskin dalam film-film Hollywood.
Baca daftar berikut untuk mengetahui beberapa tokoh termiskin dalam film-film Hollywood!
10. Oscar the Grouch
SESAME STREET memang penuh dengan boneka lucu dan juga menggemaskan. Tapi tidak untuk tokoh Oscar yang hidup di dalam tong sampah. Kalau kamu hidup di tempat sampah tentunya kamu bakal jadi penggerutu (grouchy) juga.
9. Keluarga Weasley
Hei bukankah keluarga Weasley dapat melakukan sihir. Mereka dapat melakukan banyak hal dengan tongkat sihir mereka. Jadi apakah mereka dikategorikan miskin? Bayangkan saja mereka tinggal mengayunkan tongkat dan kue langsung tersedia di atas meja. Namun JK Rowling menggambarkan keluarga satu ini paling miskin di antara tokoh-tokoh HARRY POTTER lainnya. Baju dan buku warisan dari kakak untuk adiknya serta hadiah natal yang selalu dibuatkan oleh ibunya sendiri serta penampilan The Burrow tentu sudah menjawab pertanyaan di atas.
8. The Joad Family
Keluarga Joad harus berjuang untuk bertahan hidup di era Depresi Hebat dalam novel karangan Steinbeck yang berjudul THE GRAPES OF WRATH (yang kemudian dijadikan film). Mereka adalah keluarga petani miskin yang merantau dari Oklahoma untuk mencari pekerjaan, atau paling tidak makanan untuk mengganjal perut mereka.
7. Eliza Doolitle
Gadis penjual bunga ini diambil dari karya George Bernard Shaw yang berjudul Pygmalion (dan kemudian dijadikan film MY FAIR LADY). Ia menjual bunga di jalanan London demi uang untuk makan dan kebutuhan lainnya. Penampilannya jauh dari kata cantik, ia kumuh dan bicaranya kasar. Akan tetapi seorang profesor kaya bertaruh bisa mengubahnya menjadi gadis anggun dan berkepribadian anggun. Hasilnya? Tonton film klasik pemenang Oscar ini!
6. Charlie Bucket
Sebelum Charlie menemukan Tiket Emasnya untuk masuk ke dalam pabrik coklat Willy Wonka dalam CHARLIE AND THE CHOCOLATE FACTORY, ia dan keluarga besarnya tak punya menu makanan lain selain sup kubis dan terkadang roti sisa pabrik untuk mereka makan. Tak ada yang menyangka bahwa mereka kemudian akan punya persediaan coklat seumur hidup.
5. Bubbles dan Johnny
Bubbles, dengan sisi baik dan juga buruknya adalah karakter yang paling disukai dalam film THE WIRE. Ia bersama dengan sahabatnya, Johnny adalah dua pecandu yang terjerat kemiskinan serta harus bertahan hidup di kota Baltimore. Dengan tertatih-tatih mereka akhirnya merangkak keluar dari jurang kemiskinan.
4. Katniss Everdeen dan Keluarga
Katniss Everdeen dalam film THE HUNGER GAMES memang piawai dalam memanah dan berburu, akan tetapi hal tersebut terpaksa ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan makannya sehari-hari. Tak hanya dirinya seorang, hampir seluruh penghuni distrik 12 adalah warga miskin. Sebelum ia sukarela ikut turnamen hidup mati, ia masih berpesan kepada kekasihnya untuk tetap menjaga keluarganya tak kelaparan. Bisa dibayangkan bukan betapa parah kemiskinan yang mereka jalani.
3. The Tramp
Tokoh kartun apalagi mereka adalah binatang memang menggemaskan. Namun tidak dalam THE TRAMP buatan Disney ini. Alih-alih menampilkan tokoh anjing rumahan yang selalu terpenuhi jatah makan dan kebersihannya, Disney menampilkan tokoh anjing jalanan yang harus mengais makanan dari tempat sampah di belakang restoran. Well, saat kamu harus mengais makanan dari tempat sampah tentulah kamu bisa dikategorikan miskin.
2. Aladdin
Setiap orang yang hidupnya di jalanan selalu punya tagline untuk menggambarkan keadaan mereka. "Harus makan untuk bisa hidup dan harus mencuri untuk bisa makan," kata mereka. Sebelum bertemu dengan Genie (jin biru) yang sanggup memenuhi segala kebutuhannya, Alladin bertahan hidup di jalanan kota Agrabah bersama monyetnya. Lihat saja pakaiannya yang tak pernah berganti. Satu yang membuat iri dari Alladin adalah ia setiap hari bisa menikmati pemandangan kota dari atap-atap rumah
1. Oliver Twist
Oliver Twist bisa dipastikan sebagai tokoh film ikonik yang lekat dengan kemiskinan. Tokoh fiktif yatim piatu ini diambil dari novel karangan Charles Dicken. Dengan latar belakang Inggris di tahun 1830-an, Oliver Twist dikenal karena dialog ikoniknya saat meminta tambahan jatah makan, Tolong tian, aku ingin tambah.
TeKaPe
Subscribe to:
Posts (Atom)